Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2018

Anda Santri ? Ini Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP



Anda Santri ? Ini dia Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP


Anda santri atau tenaga pengajar di pondok pesantren? silakan ambil kesempatan berharga ini untuk meningkatkan kapasitas keilmuan untuk jenjang Magister dan Doktor. Berikut syaratnya : 


Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP) meluncurkan beasiswa santri yang ditujukan untuk peserta didik, pendidik, dan atau tenaga kependidikan di pondok pesantren yang aktif minimal selama tiga tahun dalam kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.

Baca Juga : 

Di Pesantren, Ujian Untuk Belajar Bukan Belajar Untuk Ujian

Nantinya, program beasiswa santri ini akan diberikan kepada 100 santri terpilih untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S2 dan S3.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, usulan mengenai beasiswa santri ini sudah diajukan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal dirinya kembali menjabat posisi Menteri Keuangan di pertengahan tahun 2016.

 "Saya senang sekali kita berhasil meluncurkan hasil keputusan yang dibuat waktu sidang kabinet, waktu kami kembali menjadi Menteri Keuangan," ujar dia dalam acara Peluncuran Beasiswa Santri di kawasan Kementerian Agama, Senin (12/11/2018).
Anda Santri ? Ini dia Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP


Adapun Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, program beasiswa santri melalui LPDP ini merupakan afirmasi khusus yang ditujukan kepada ekosistem pondok pesantren. Sehingga dirinya berharap, para santri dapat memanfaatkan beasiswa ini untuk mengembangkan institusi pondok pesantren, agar kelembagaan pondok pesantren menjadi semakin kuat.

 Selain itu, berbagai ilmu yang selama ini dikembangkan melalui pondok pesantren pun semakin berkualitas.

Baca Juga : 

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk Kelanjutan Pendidikan Anak

"Mereka yang selama ini mengelola pondok pesantren mengalami peningkatan wawasan keilmuan melalui program beasiswa ini. Jadi sekaligus, insititusinya dikembangkan dan keilmuannya pun berkembang," jelas Luthfi dalam kesempatan yang sama.

 Adapun Sri Mulyani menambahkan, anggaran yang akan disalurkan untuk program beasiswa santri ini berasal dari dana abadi pendidikan tahun 2019 yang sudah ditambahkan sebesar Rp 20 triliun.

"Anggaran LPDP 2019 kami dapat tambahan Rp 20 triliun untuk masuk di dana abadi, jadi dana yang digunakan untuk 100 santri sama. Tidak ada pos terpisah," jelas Sri Mulyani.

Anda Santri ? Ini dia Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP


Persyaratan Beasiswa Santri LPDP

Adapun persyaratan pendaftaran beasiswa santri LPDP adalah pertama merupakan santri aktif, pendidik dan atau tenaga kependidikan di Pondok Pesantren minimal 3 tahun terakhir. Kedua merupakan Alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (APBS) yang pada saat mendaftar aktif dalam pengembangan Pondok Pesantren minimal 3 tahun terakhir. Ketiga, pondok pesantren terdaftar dalam list Kemenag.

Adapun bidang studi yang dibuka untuk beasiswa ini antara lain, pertama bidang-bidang pengembangan kapasitas kelembagaan pesantren manajemen, kesehatan lingkungan, ekonomi syariah, pertanian, ilmu sosial dan politik, seni dan budaya, astronomi, hukum.

Kedua, bidang keilmuan pesantren ilmu falak, ilmu syariah, perbandingan mazhab, ilmu maqulaat, ilmu arudh, ilmu tahqiq, ilmu faraid, ilumul qur'an, ulumul hadits serta sirah/tarikh. Ketiga, bidang ilmu prioritas LPDP.
Anda Santri ? Ini dia Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP


Siapkan 4 Dokumen Penting ini

Pendaftar juga diwajibkan untuk melampirkan empat dokumen penting. Pertama, surat keterangan santri mukim atau aktif dalam pengembangan pesantren minimal 3 tahun dan surat rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren.

Anda Santri ? Ini dia Syaratnya Untuk Mendapatkan Beasiswa Santri LPDP


Kedua, surat kesediaan mengabdi di pondok pesantren setelah menyelesaikan studi selama 2n+1. Ketiga, rekomendasi dari Kementerian Agama minimal tingkat kabupaten/kota. Empat, dokumen kelengkapan lainnya.

IPK minimal pada pendidikan sebelumnya, magister Letter of acceptance (LoA) 2,75 tanpa LoA 3. Sementara doktoral IPK ada LoA 3, tanpa LoA 3,25. Usia maksimal pada saat mendaftar magister maksimal 42 tahun dan doktor maksimal 47 tahun.



Sumber : kompas.com - liputan6.com

Baca selengkapnya

Minggu, 04 November 2018

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk Kelanjutan Pendidikan Anak


7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak

Saat ini pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan anak yang menjadi solusi untuk menghindari dari pergaulan bebas, yang hari ini  sangat meresahkan dikalangan remaja dan pemuda. Banyak orang tua lebih memilih pesantren dengan segala pertimbangan untuk mencegah hal-hal buruk terjadi pada anak. Dan terbukti, setiap tahunnya, rata-rata pesantren di seluruh Indonesia menampung santri dengan jumlah pendaftar membludak (overload), apalagi pesantren yang sudah maju dan berkembang pesat.

Namun, tidak semua harapan para orang tua dapat terpenuhi, ada yang tidak lulus seleksi anaknya, ada yang sudah lulus tapi anaknya tidak betah, ada yang sudah betah namun terkendala pada biaya pendidikan, dan masalah lainnya sering menimpa para orang tua wali santri.

 Nah, berhubung saat ini sudah memasuki akhir tahun, beberapa pesantren sudah mulai melakukan persiapan penerimaan santri baru bahkan ada yang sudah membukanya, pada kesempatan ini hikayatsantri.com mencoba merangkum beberapa ulasan mengenai tips memilih pesantren yang baik yang disadur dari berbagai sumber, yang dapat dijadikan sebagai bacaan rujukan orang tua sebelum memasukkan anaknya ke pesantren.

 Perhatikan Tipe, Sistem dan Model Pendidikan Pesantren


Di Indonesia umumnya terdapat 2 (dua) jenis tipe pondok pesantren, Salafi (tradisional) dan Modern (Terpadu, Ashriyah), silakan ditentukan terlebih dahulu, si anak maunya pesantren yang jenis seperti apa, Salafi atau Modern, salafi lebih mengkaji pada kitab-kitab kuning dan focus pada ilmu pengetahuan saja umumnya, dengan system pengajian tradisional (seperti sorogan, wetonan, dan bandongan), sedangkan modern pendidikannya memadukan ilmu agama dan umum, dan terdapat jenjang pendidikannya, tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah.  Kemudian pesantren modern juga terdapat kegiatan ekstrakurikulernya, layaknya sekolah umum, hanya saja pesantren lebih bervariasi. Pesantren salafi juga ada kegiatan ekstrakurikulernya, hanya saja tidak sebanyak dan seaktif pesantren modern.

Perhatikan Biaya Pendidikannya

Pilihlah pesantren yang sesuai dengan kemampuan finansial, agar tidak terjadi masalah pada pendidikan anak, biaya pendidikan salah satu komponen pendukung jalannya kegiatan pembelajaran untuk menunjang aktivitas proses belajar mengajar, dan ini merupakan bagian dari pada salah satu pengorbanan dalam menuntut ilmu. Setiap pesantren berbeda-beda biaya pendidikannya, tergantung pada system, sarana dan prasarana, dan tenaga kependidikan yang terdapat pada pesantren tersebut.

Maka sebaiknya, para orang tua memastikan biaya pendidikan terlebih dahulu sebelum memilih pesantren, penuhi keinginan anak sesuai kemampuan finansial agar tidak bermasalah pada pembiayaan pendidikan. Karena juga tidak sedikit, anak-anak putus pendidikannya di pesantren terkendala pada biaya.


 Perhatikan Sarana dan Prasarana Pesantren

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak


Fasilitas pendidikan bagian dari pada salah satu penunjang kesuksesan pendidikan anak, yang tidak dapat dipisahkan dari lembaga pendidikan. Hal ini memang bukan rumus yang baku, karena ada juga pesantren yang berhasil melahirkan ouput santrinya berkualitas meskipun minim fasilitas di pesantrennya.

Ada banyak kasus, para orang tua mengeluh di tengah jalan karena kurangnya fasilitas di pesantren anaknya, dan kerap membanding-bandingkan dengan pesantren lain yang jauh lebih lengkap dari segi fasilitasnya. Padahal, biaya pendidikan yang dikeluarkan tidak seberapa besar dari pesantren yang lebih lengkap fasilitasnya. Jika ingin membanding-bandingkan harus fair, jangan sampai terjebak dengan standar pendidikan pesantren lain, makanya sangat penting memperhatikan terlebih dahulu fasilitas pesantren yang dituju agar tidak ada keluhan dan penyesalan di kemudian hari.

     Perhatikan Kegiatan Formal dan Informal Pesantren

Kegiatan tiap pesantren berbeda-beda, meskipun ada satu dua hal yang sama. Namun, semua kegiatan pesantren sangat tergantung pada system dan pola pendidikan di pesantren tersebut. Biasanya si anak akan memilih pesantren yang terdapat kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, terutama dalam kegiatan ekstrakurikulernya.

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak


Umumnya, santri lebih betah di pesantren yang sesuai dengan keinginannya. Maka para orang tua harus mengecek terlebih dahulu, jika menginginkan anaknya menjadi penghafal Al Qur’an maka pilih pesantren dan focus pada penghafalan Al Qur’an yang otomatis kegiatannya lebih ringan, lebih banyak waktu untuk kegiatan penghafalan.

     Perhatikan Kurikulum Pendidikannya

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak


      Tidak semua sama kurikulum antar pesantren, semua tergantung arah dan ouput yang ingin dihasilkan oleh pesantren tersebut, jika pun terdapat kesamaan, biasanya pada kurikulum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah seperti kurikulum 2013 yang saat ini sedang berjalan.

  Memperhatikan kurikulum pesantren terlebih dahulu juga penting, menyesuaikan dengan kemampuan anak, karena juga tidak sedikit anak yang tidak betah di pesantren yang akhirnya pindah karena ketidakmampuan anak menyerap sejumlah pelajaran yang terdapat di pesantren. Kemampuan anak memang dapat diasah dan ditingkatkan, tapi yang harus diingat bahwa setiap anak berbeda kemampuan masing-masing, dan memilih pesantren yang sesuai keinginan dan kemampuannya akan lebih baik.

     Perhatikan Letak Strategis dan Geografis Pesantren

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak
Lokasi Pesantren Modern Al Manar Aceh | Photo hikayatsantri.com


Ada dua pertimbangan yang mesti dilihat mengenai letak strategis dan geografis pesantren, namun ada sisi positif dan negatifnya, pertama, memilih pesantren yang dekat dan mudah dijangkau agar mudah mengunjungi anak ataupun mudah menemuinya saat ada masalah di kemudian hari, namun memilih pesantren yang dekat kerap kali membuat anak tidak betah di pesantren, sebab mudah teringat akan rumah, dan mudah untuk pulang dan akan sering minta izin pulang. Dan fakta di lapangan, santri yang sering izin pulang, dominan tidak bertahan lama di pesantren, sebab baginya lebih nyaman dan enak di rumah dari pada di pesantren.

Kedua, memilih pesantren yang jauh dari rumah dan akan jarang menemui si anak, dan ini lebih baik untuk membuat anak lebih kuat dan mandiri di pesantren. Dengan catatan orang tua harus siap, harus kuat jauh dari anak, bahkan kalau bisa letaknya melewati kabupaten bahkan provinsi, agar si anak tidak sering minta izin pulang. Dan para orang tua tidak akan terlalu sering mengunjungi anaknya, sebab terlalu sering dikunjung juga membuat anak tidak betah. Jenguklah anak jarang-jarang agar cinta makin berkembang. Hidup di perantauan, jauh dari orang tua, membuat anak lebih kuat dan mandiri dari pada yang dekat dengan rumah.

Dan sisi lain mengenai letak pesantren adalah dimana keberadaannya, di kota, di perdesaan, tempat terpencil, dekat dengan pegunungan dan lainnya. Ini tergantung keinginan para orang tua. 

  Perhatikan Kenyamanan dan kebersihan Lingkungannya

7 Tips Memilih Pesantren Yang Baik Untuk  Kelanjutan Pendidikan Anak


Kenyamanan salah satu factor membuat anak betah di pesantren, baik itu dari segi kebersihan maupun keindahannya. Dan ini ada kaitannya dengan letak geografis dan strategis pesantren. Biasanya lokasi pesantren di perdesaan dan terpencil lebih nyaman dan asri, dan sedikit jauh dari perumahan masyarakat, dan ini lebih banyak diminati, sebab tidak terlalu terganggu dengan aktivitas masyarakat. Karena jika pesantren terlalu dekat dengan masyarakat, pesantren terkadang sering mengalami kendala dan sering terjadi gesekan dengan masyarakat, apalagi jika dominan masyarakatnya susah di ajak kerjasama dan tidak mau mengerti keadaan pesantren.

Jika dekat dengan perkampungan atau perumahan, pesantren tidak bisa mengatur aktivitas masyarakat, misalnya suara mesin pabrik, atau suara bising lainnya dari kegiatan masyakarat. Dan sebaliknya jika pesantren membuat kegiatan di pesantren kerap kali masyarakat terganggu, jadinya sedikit susah pesantren menggerakkan kegiatannya, kecuali masyarakat ditempat tersebut memang sangat harmonis mudah diajak kerjasama dan saling memahami dan mengerti. Dan hal ini, sulit terjadi, karena tipikal masyarakat berbeda-beda.

Demikian beberapa tips dari hikayatsantri.com kiat memilih pesantren, dan ini bersifat opini yang dapat direvisi dan dikoreksi. Semoga bermanfaat. 

Tonton Videonya : 





Baca selengkapnya

Minggu, 29 Oktober 2017

Jusuf Kalla: Alumni Pesantren Jangan Berharap Jadi PNS


Jusuf Kalla: Alumni Pesantren Jangan Berharap Jadi PNS

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan langsung Pondok Pesantren Ikatan Masjid Musala Indonesia Muthahidah (IMMIM) Putera II, di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu sore (28/10/2017).

Acara peresmian itu berlangsung meriah karena dihadiri ribuan santri dari pondok pesantren IMMIM. Para santri sempat tertawa saat Wakil Presiden kelahiran Sulawesi Selatan itu berharap agar lulusan pesantren jangan ada yang jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam pidato sambutannya.

"Jadi anak-anak yang lulus dari pesantren jangan terlalu berharap untuk jadi PNS, lupakan itu semuanya. Iya lupakan," kata Jusuf Kalla atau JK yang disambung tawa dari ribuan santri dan undangan yang hadir.
Hal itu diungkapkan JK karena jumlah lulusan sarjana dan jumlah PNS yang diterima setiap tahunnya berbeda jauh.

"Zaman dulu orang andalkan ijazah, zaman sekarang ijazah tidak berarti lagi. Kenapa tidak berarti ijazah sekarang, karena dulu ijazah dipakai untuk jadi pegawai negeri. Sekarang pegawai negeri yang diterima selama setahun paling tinggi 50 ribu (orang), itu pun mungkin kurang, kemarin cuma 25 ribu (orang), sedangkan yang lulus sarjana 1 juta (orang) tiap tahun," papar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla: Alumni Pesantren Jangan Berharap Jadi PNS

JK meminta agar para santri lebih dini dididik untuk bisa menjadi pengusaha atau entrepreneur muda agar bisa bersaing di era teknologi.
Pesantren modern zaman sekarang, kata dia, harus bisa berinovasi, dan meningkatkan mutu. Pesantren jangan lagi hanya mementingkan pendidikan ilmu dan keimanan. Karena pesantren modern zaman sekarang berbeda dengan pesantren zaman dulu.

"Pesantren modern memang meniru Gontor, tapi Gontor modern pada waktunya. Sekarang harus lebih baik dari dahulu. Harus menciptakan suatu kreatif, itu yang dimaksud modern di dewasa ini bukan hanya bajunya," jelas JK.
Ijazah penting, tegas JK, tapi lebih penting lagi kemampuan. Karena ijazah bisa terbakar sedangkan ilmu tidak. "ilmu tidak bisa hilang," JK menandaskan.

Sumber : liputan6.com


Baca selengkapnya

Selasa, 28 Februari 2017

3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren

3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren
Hikayatsantri.com- Di pesantren, setiap bagian organisasi baik itu dari pengurus dewan guru/asatidz maupun pengurus organisasi santri sendiri mempunyai wewenang khusus dalam menyuruh anggota berdasarkan keperluan  program  kerja masing-masing. Misalnya Bagian Pengajaran dari dewan asatidz yang mewajibkan seluruh santri untuk membawa buku pelajaran kemanapun mereka pergi saat masuk suasana ujian. Sudah barang tentu perintah tersebut wajib ditaati oleh seluruh santri tanpa terkecuali.
Jelas, setiap perintah pasti ada punishment tersendiri bagi mereka yang tidak menaatinya, sama halnya dengan urusan ibadah kita sehari-hari, pasti ada reward dan punishment tersendiri bagi mereka yang menaati, menjalani dan bagi mereka yang melanggarnya.
  • Baca Juga : 

Abu Naum, Istilah Untuk Santri Raja Tidur

Nah, pada kali ini redaksi hikayatsantri.com ingin menjelaskan tentang beberapa hal yang dibebani kepada santri untuk membawa barang/benda tertentu kemanapun mereka pergi dan apapun aktivitasnya. Kecuali dalam aktivitas  dan keadaan tertentu yang dapat dimaklumi, seperti ke kamar mandi dan sebagainya. Tapi, secara umumnya, barang-barang tersebut hampir tidak lupa dibawa oleh santri, karena kalau mereka lupa, bagian tertentu yang memberi perintah akan mengawasi, mengontrol dan memberi hukuman bagi mereka yang tidak menaatinya.
1.     Notebook/Kutaib
3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren
Photo Via Gontorgraphy
Note Book ( Baca : buku catatan kecil, buka notebook laptop, dalam bahasa arab disebut kutaib) adalah barang yang wajib dibawa oleh santri kemanapun mereka pergi. Instruksi membawa notebook (kutaib) sendiri dikeluarkan oleh Bagian Bahasa Santri baik itu dari dewan guru maupun dari pengurus bahasa organisasi santri.
Setiap pagi para santri diberi kosa kata olah bagian bahasa, kemudian para santri mencatatnya di notebook tersebut, ditambah lagi dengan kosa kata sehari-hari yang berkenaan dengan tema tertentu diwajibkan untuk ditulis oleh santri dalam notebook tersebut. Dengan tujuan mereka bisa menghafalnya setiap hari. Selain itu, mereka juga bisa langsung mencatat setiap kosa kata  baru yang mereka dapatkan sehari-hari, misalnya saat santri berbicara dengan ustadznya, kemudian mereka kesulitan pada kosa kata tertentu sehingga pembicaraanya terhenti, disitulah para ustadz akan memberitahu langsung kosa kata yang santri tidak ketahui tadi, ataupun para ustadz akan menyuruh si anak untuk melihat di kamus dan mencatat di notebook tersebut. Inilah salah satu alasan kenapa para santri dibebankan untuk membawa notes kecil tersebut kemanapun mereka pergi.
  • Baca Juga : 

Jangan Ngaku Santri Kalau Belum Follow 6 Akun Instagram Ini. Dijamin Kenangan Kamu Pernah Nyantri Akan Terulang Kembali

Terbukti, dengan notebook tersebut dapat memperkaya kosa kata santri sehari-hari. Dimana ada waktu luang, seperti saat antri, mereka akan menghafal kosa kata tersebut. Metode notebook ini sangat efektif diterapkan dalam meningkatkan kosa kata, baik itu bahasa arab maupun bahasa inggris, karena belajar dengan keadaan sangat mudah diterima oleh si anak.
2.     Papan Nama
3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren
Photo Via Gontorgraphy
Papan nama sendiri berfungsi sebagai identitas santri, yang dilengkapi dengan asal daerah santri atau kelas (tergantung pesantren). Papan nama tersebut  menempel di setiap baju yang dikenakan oleh santri kemanapun dan apapun aktivitasnya.
Dengan jumlah santri yang banyak sudah pasti sangat sulit mengenal namanya, meskipun terkadang dikenal wajahnya, sedangkan namanya rada-rada lupa. Nah, dengan adanya papan nama para guru atau al akh pengurus organisasi dengan mudah memanggil atau mengenali para santri.
Selain itu, papan nama juga berguna untuk mengingat atau mencatat santri yang melanggar disiplin oleh bagian penggerak disiplin, misalnya saat santri terlambat pergi ke mesjid, bagian keamanan (salah satu bagian pengurus organisasi santri) dengan mudah mencatatat namanya dengan menarik papan nama mereka dan kemudian memanggilnya kembali sembari mengembalikan papan nama dan memberi hukuman atas disiplin yang telah dilanggar.
3.     Tas Sandal
3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren
Photo Via Gontorgraphy
Mungkin bagi yang tidak terbiasa menentang tas sandal kemana-mana agak sedikit risih melihat pemandangan santri yang membawa tas sandal kemana-mana. Perasaan kita yang melihat kenapa mereka mau membawa  tas kecil tersebut yang jelas-jelas merepotkan sekali, tidak bebas.
Namun, itulah pesantren. Mengajarkan istilah pencegahan lebih baik baik dari pada mengobati. Kenapa tidak, angka kehilangan sandal di mesjid di Indonesia khususnya tercatat sebagai kasus paling banyak terjadi. Ada yang mengambil secara utuh, atau yang menukar dengan yang lebih baik, ada juga yang berlagak salah ambil sandal. Pokoknya kasus pencurian sandal di mesjid-mesjid adalah kriminal sepele yang rawan terjadi.
Pesantren mencoba mengurangi angka kriminalitas tersebut, dengan mewajibkan santrinya membawa tas sandal. Dengan harapan, kasus kehilangan sandal antara mereka terkurangi.
3 Benda ini Yang Wajib dibawa oleh Santri Kemanapun Mereka Pergi Selama di Pesantren

Memang, dengan dinamika kehidupan pesantren yang dipenuhi oleh sejumlah santri dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda, tidak menutup kemungkinan pencurian sandal tidak terjadi, bahkan mustahil. Karena hidup dalam lingkungan khalayak ramai, kejahatan kecil-kecilan pasti akan terjadi, apalagi santrinya masih berusia tergolong anak-anak.
Tiga benda inilah yang membenani santri selama hidup di pesantren. Mau tidak mau harus menjalankannya. Dan semua itu ada hikmah dan manfaatnya.

Sekian !

Baca selengkapnya

Senin, 27 Februari 2017

Menjadi Santri, Beratnya Perjuangan Namun Kaya Pengalaman

Menjadi Santri, Beratnya Perjuangan Namun Kaya  Pengalaman

Hikayatsantri.com- Jika kita ingin mensurvei pada santri— atau setiap orang yang pernah nyantri  tentang apa yang mereka rasakan selama di pesantren, pasti tidak sedikit yang menjawab bahwa kehidupan pesantren itu lelah dan melelahkan tapi menyenangkan. Ya, karena memang begitu adanya. Kehidupan pesantren yang penuh dengan kegiatan dan disiplin menjadikan santri terasa berat menjalaninya.
Perasaan tersebut tidak terlepas dari banyak kendala yang mereka hadapi selama menjadi santri, terutama dalam mengikuti disiplin—terlebih lagi jika ada santri yang background hidupnya dalam lingkungan orang berada—tidak terbiasa dengan dengan kehidupan yang serba kekurangan— dan selalu diatur dengan berbagai disiplin. Lebih jelasnya, kehidupan pesantren itu sangat sulit dijalani bagi setiap anak yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya. Yang kehidupannya serba ada, dan hidupnya jarang diatur dan selalu dilayani, bukan melayani.
  • BACA JUGA : 

Selagi Nyantri Belajarlah Sungguh-Sungguh, Jangan Nyesal Setelah Jadi Alumni

Nah, untuk memasuki dunia pesantren sendiri hendaknya setiap individu melepaskan sikap ketergantungan pada orang lain, termasuk orang tua. Harus berani melepaskan diri dari bayang-bayang kehidupan yang selalu merasa enak dan nyaman. Jika hal-hal tersebut sudah siap, mental sudah kuat, dan niatnya sudah benar dan tekad untuk masuk pesantren sudah bulat, saat itulah baru seseorang dengan mudahnya beradaptasi dengan dunia pesantren.
Namun, jika sifat manja masih dipelihara—dan selalu ingin hidup enak dan dilayani, jangan harap bisa sukses hidup di pesantren. Sebenarnya hal ini bukan saja berlaku bagi santri yang datang dari keluarga yang mampu—karena ia bisa saja terjadi pada setiap anak yang kehidupannya lumayan dimanjakan oleh orang tuanya.
Alahkah baiknya, sebelum beranjak masuk ke pesantren persiapkan diri dengan matang dan harus sadar bahwa kehidupan pesantren itu lelah dan melelahkan, membutuhkan sejuta perjuangan dan pengorbanan untuk menaklukkannya.
Hidup pesantren itu banyak pahitnya juga banyak manisnya. Yang jelas, pengalaman kamu semakin hari semakin bertambah

Menjadi Santri, Beratnya Perjuangan Namun Kaya  Pengalaman

Yang harus dipahami adalah bahwa hidup di pesantren itu tidak semudah merebahkan badan diatas kasur yang empuk. Jalannya kehidupan pesantren berliku, terjal dan penuh tantangan. Perjuangan demi perjuangan akan kita hadapi. Berbagai disiplin harus kita ikuti. Berbagai aneka makanan, enak atau tidak tidak enak harus kita nikmati. Tidak ada cara lain sukses hidup di pesantren kecuali dengan bersabar dan bertahan dengan semangat perjuangan dan jihad fi sabilillah. Niatkan bahwa tujuan ke pesantren untuk menuntut ilmu sebagai ibadah dan sudah siap menerima berbagai resiko, jauh dari orang tua dan sebagainya.
  • BACA JUGA : 

Beruntunglah Bagi Kamu Yang Pernah Nyantri Karena Kamu Dididik selama 24 Jam oleh Gurumu

Namun, dari sekian banyak rintangan juga banyak terdapat sejumlah pengalaman tentunya. Pengalaman hidup yang sangat berharga tiada tara. Tidak ada kehidupan yang paling indah kecuali hidup di pesantren. Yang penuh dengan luka dan duka. Masalah yang datang silih berganti menjadi teman hidup yang harus dijalani bersama—tapi dengan masalah tersebutlah sesorang mendapatkan pengalaman yang sangat mahal. Karena sesorang akan mudah menjalani kehidupan jika banyak pengalaman hidup yang ia rasakan.

Meskipun berat, tapi dibalik beratnya perjuanganmu ada kemuliaan dan keindahan yang akan kamu rasakan

Menjadi Santri, Beratnya Perjuangan Namun Kaya  Pengalaman

Akhirnya segalanya, siapapun yang sudah benar niatnya untuk hidup di pesantren kesuksesan akan menghampirinya. Tanpa terkecuali, baik ia datang keluarga yang berada ataupun tidak. Karena perbedaan strata kehidupan tidak membedakan kehidupan santri di pesantren, status mereka tetap sama atas nama santri. Yang akan sama-sama berjuang, bekerja, merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, yang duduk sama rendah dan yang berdiri sama tinggi. Karena tidak sedikit santri yang berasal dari keluarga kaya kehidupannya sugguh memprihatinkan dari santri yang lain, bukan tidak dipedulikan oleh orang tuanya, tapi karena kesederhanaanyang dimilikinya.
Jika benar niatnya, maka mudah jalannya menjadi santri. Dan harus yakin, dibalik perjuangan yang berat, ada kemuliaan dan keindahan didalamnya. Cepat atau lambat semua akan terasa. Sudah siap jadi santri ?
Sekian.


  •  BACA JUGA : 

Meskipun Pesantren Terasa Seperti Penjara, Tapi ia Seperti Ibu Kandung Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa

Baca selengkapnya

Minggu, 08 Januari 2017

Mengenal Badan Dayah, Rumah Besar Pesantren di Aceh

Mengenal Badan Dayah, Rumah Besar Pesantren di Aceh

Aceh. Begitu istimewa setelah mengakhiri konflik berkepanjangan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia. Keistimewaan hakiki Aceh diperoleh setelah perjanjian  MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam di Helnsinki, Finlandia.
Dari Helsinki lahirlah UUPA (Undang-Undang Pemerintah Aceh) sebagai modal Aceh untuk menata kembali kehidupannya, Aceh mulai berbenah segala lini kehidupan—mulai dari pembangunan, pemberdayaan SDM—ekonomi—dan pendidikan.
Salah satu buah dari UUPA lainnya adalah lahirnya Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh (BPPD) atau yang dikenal dengan Badan Dayah. Lembaga ini berdiri pada tahun 2008 berdasarkan UUPA No. 11 Tahun 2006—Qanun No. 5 Tahun 2007 Tentang Susunan Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam—serta Qanun Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Aceh.
Hadirnya Badan Dayah menjadi kekuatan bagi dayah atau pesantren di Aceh. Dayah-dayah kembali menjalankan pendidikannya—menata kembali kurikulum—meningkatkan kualitas, baik itu pembangunannya maupun tenaga sumber daya manusianya.
Badan Dayah harapan terbesar masyarakat Aceh pasca konflik—yang sebelumnya dayah termarginalisasi—baik secara fungsional dimana dayah terkesan masih sangat tradisional maupun secara struktural—dimana dayah kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
 Baca Juga : 

Selagi Nyantri Belajarlah Sungguh-Sungguh, Jangan Nyesal Setelah Jadi Alumni

Kini, Badan Dayah menjadi pemersatu dan tempat mengadu dayah-dayah di Aceh—baik itu dayah salafiah maupun dayah terpadu. Rumah besar pesantren Aceh ini menjadi tempat bernaung para dayah—yang berperan membina, memajukan—menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh lembaga-lembaga pendidikan dayah.

Mengenal Badan Dayah, Rumah Besar Pesantren di Aceh

Pembangunan fasilitas dayah dan kesejahteraan guru-guru dayah pun mulai terasa sejak hadirnya instansi kebanggaan rakyat Aceh ini. Mereka memfasilitasi sejumlah pembangunan dayah—mensejahterakan guru-gurunya dengan penyaluran insentif guru berdasarkan akreditasi dayah masing-masing—mulai dari balai pengajian—dayah salafi maupun dayah modern (terpadu).
Alhamdulillah wa syukru lillah. Itulah salah satu hadiah terbesar masyarakat Aceh setelah dilanda konflik berkepanjangan. Semoga Badan Dayah selalu konsisten menjadi garda terdepan pendidikan dayah—menjadi rumah besar lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak alim ulama di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.
Untuk mengenal lebih dalam tentang Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh ini—berikut kami lampirkan program prioritasnya yang disadurkan dari website resminya, diantaranya;
Baca Juga : 

3 Tempat Ini Santri Sering Tertidur, Nomor 2 Paling Tidak Masuk Akal

            Sesuai dengan visi dan misi yang diemban BPPD Aceh yaitu : Terwujudnya Dayah Sebagai Lembaga Pendidikan & Pembinaan Yang Mampu Melahirkan Generasi Muda Berkualitas & Islami, Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh (BPPD Aceh) tahun 2016 telah menetapkan 7 program prioritas antara lain :
Pertama, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Dayah, dimana sasaran dari program ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperbaiki sarana dan prasarana dayah yang ada di Provinsi Aceh sehingga dapat tercipta dayah sehat yang mendukung kegiatan belajar santri dengan nyaman.
Penjabaran dari program yang sudah dan masih dilakukan yaitu: Kegiatan Pembangunan Dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Dayah, Kegiatan Pembangunan Dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Dayah Perbatasan, Kegiatan Pembangunan Dan Pembangunan Dayah Manyang (Ma`had Aly), Kegiatan Pembangunan Dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Balai Pengajian/ Rumah Pengajian.
Kedua, Program Peningkatan Mutu Tenaga Pendidikan Dayah, Sasaran dari program ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik melalui peningkatan kompetensi guru dayah, memperbaiki manajemen pendidikan dayah dan penggunaan teknologi pendidikan dalam proses belajar mengajar di dayah.
 
Mengenal Badan Dayah, Rumah Besar Pesantren di Aceh
mushalla di perkantoran badan dayah aceh
Bentuk kegiatan dari program ini meliputi Kegiatan Pelatihan Penulisan Kitab Kuning, Kegiatan Workshop Pembina Kaligrafi bagi Teungku Dayah, Kegiatan Pelatihan Kompetensi Teungku Dayah, Kegiatan Pendidikan Lanjutan Bagi Teungku Dayah ke Luar Negeri, Kegiatan Penyediaan Insentif Pimpinan & Teungku Dayah, Kegiatan Bantuan Untuk Tenaga Pengajar Bahasa Inggris & Bahasa Arab, Kegiatan Bantuan untuk Ulama Dayah dan Kegiatan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Dayah.

Ketiga, Program Pemberdayaan Santri Dayah, dimaksudkan untuk memberikan keterampilan hidup kepada santri dayah, sehingga diharapkan para santri dayah mampu mandiri dan berusaha sendiri sesuai dengan bakat dan keinginan dari santri dayah. melalui program ini BPPD Aceh bekerjasama dengan instansi lain memberikan pembekalan dan pengetahuan
Program ini meliputi Kegiatan Pembinaan Karakter bagi Santri Dayah, Kegiatan Pelatihan Pembinaan Kaligrafi Santri Dayah, Kegiatan Pelatihan Komputer Santri Dayah, Kegiatan Pelatihan Life Skill Santriwan & Santriwati, Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengurus Ikatan Santri Dayah, Kegiatan Bantuan untuk Kegiatan Ekstra Kurikuler Santri, Kegiatan Bantuan Khusus Santri Belajar di Luar Daerah & di Luar Negeri, Kegiatan Pekan Olah Raga Santri Dayah (Porsanda) Se Aceh, Piala Bergilir Gubernur Aceh, Kegiatan Bantuan Penulisan Karya Ilmiah untuk Teungku dan Santri,  Kegiatan Musabaqah Qira’atul Kutub & Sayembara Baca Kitab Kuning, Kegiatan Pembinaan Gudep Pramuka Santri Dayah, Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Santri.

Keempat, Program Pembinaan Manajemen Dayah, program ini dimaksudkan memberikan pengetahuan manajerial  kepada para teungku-teungku pimpinan dayah  dalam pengelolaan pendidikan dayah, manajerial keuangan, dayah dan administrasi dayah.
Kegiatan yang mendukung program ini meliputi Kegiatan Pelatihan Manajemen Dayah, Kegiatan Pelatihan Pengembangan Silabus dan Kurikulum Dayah, Kegiatan Legalisasi & Sertifikasi Kepemilikan Tanah Dayah, Kegiatan Pelatihan Aset manajemen Dayah, Kegiatan Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan Pendidikan Dayah, Kegiatan Pelatihan Usaha Kesehatan Dayah, Kegiatan Bantuan Modal Pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif, Kegiatan Pelatihan Sistem Pengasuhan Santri.
Kelima, Pemberdayaan Ekonomi Dayah, program ini dimaksudkan untuk Penguatan – penguatan institusi dan kelembagaan ekonomi dayah dalam rangka menumbuhkan sistem perekonomian kolektif dan penguatan permodalan secara swadaya dan mandiri. Program ini meliputi Pelatihan Ekonomi dayah produktif.
Keenam, Program Pengembangan Tekhnologi Informasi dan Perpustakaan Dayah, Program ini dimaksudkan untuk pengembangan pendidikan melalui media tekhnologi (e-learning), dan media pembelajaran.
Program ini mencakup Kegiatan Penyusunan Database Dayah, Kegiatan Penerbitan Berkala Majalah/Jurnal  Dayah, Kegiatan Penyediaan Alat Bantu Proses Belajar Mengajar di Dayah, Kegiatan Pengelolaan Website BPP Dayah.
 Baca Juga : 

Ini Dia Alasan Kenapa Alumni Pesantren Itu Layak Kamu Jadikan Suami. Yang Akhwat Jangan Lupa Baca

Ketujuh, Program Penelitian dan Pengembangan Dayah, program ini dimaksudkan untuk mengembangkan pendidikan dayah melalui penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap dayah secara terus menerus dengan harapan pada akhirnya ditemukan apa yang dibutuhkan oleh pendidikan dayah yang akan dituangkan dalam program dan kegiatan badan pembinaan pendidikan dayah.
Bentuk kegiatan dari program ini meliputi Kegiatan Penelitian &Pengembangan Dayah, Kegiatan Forum Silahturahmi Pimpinan Dayah, Kegiatan Rakor Badan Pembinaan Pendidikan Dayah dan Kegiatan Penyusunan Buku Profil Dayah.
 Baca Juga :

Sebelum Masuk ke Pesantren, Jawab Dulu Pertanyaan ini. Ke Pesantren Apa Yang kamu Cari ?



Baca selengkapnya