Tampilkan postingan dengan label Khutbatul Arsy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbatul Arsy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

Khutbatul Arsy, Cara Pesantren Mengospek Santrinya

Khutbatul Arsy Cara Pesantren Mengospek Santrinya
PM Gontor Putri
Mendengar kata “ospek” saat ini adalah hal yang mengerikan bagi sebahagian siswa ataupun mahasiswa. Itu semua tidak terlepas dari hal-hal buruk yang terjadi selama ini saat “OSPEK”. Kasus bermunculan pasca ospek, terutama berkenaan dengan fisik siswa atau mahasiswa. Ospek yang berlaku selama ini cenderung kepada aksi-aksi pembodohan terhadap siswa/mahasiswa itu sendiri. Menggunakan pakaian yang ala-ala badut, ditambah lagi dengan perlakuan kakak letingnya yang semena-mena. Menyeramkan !
Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau lebih dikenal dengan istilah OSPEK ini sangat penting dilaksanakan bagi siswa atau mahasiswa baru, bertujuan untuk mengenalkan tentang nilai atau sistem lembaga tersebut. Tak kenal makanya tak sayang. Tapi sayangnya, orientasi terhadap lembaga ini sering disalah artikan oleh pihak lembaga tertentu, sehingga munculnya aneka ragam perlakuan terhadap siswa atau mahasiswa yang di ospek.
Tidak perlu kita bahas terlalu dalam kasus-kasus yang sudah terjadi saat ospek, karena kasus tersebut sudah menjadi rahasia umum. Bahkan ospek yang mengerikan ini pernah menelan korban hingga menghilangkan nyawa seorang mahasiswa. Belum lagi kejadian lainya seperti pelecehan seksual terhadap siswi atau mahasiswi yang dilakukan oleh kakak kelasnya karena tidak ada pengawasan serius dari pihak pengurus lembaga tersebut. Sungguh biadab !
Sekiranya pembodohan massal yang dibungkus dalam “masa orientasi sekolah” ini terus berlanjut, maka akan banyak lagi di kemudian hari lahir korban-korban kekerasan akibat ospek tersebut. Meskipun saat ini pemerintah sudah mengimbau untuk menghentikan kegiatan ospek tersebut, tapi masih ada pihak lembaga tertentu yang masih melaksanakannya, tapi pelaksanaannya tertutup dengan penampilan yang seragam peserta atau bentuknya sudah sedikit di ubah.  Kegiatan Ospek yang sering dilaksanakan lebih cenderung sebagai aksi balas dendam kakak kelas kepada adik kelas yang sangat jauh dari nilai pendidikan. Maka oleh karena itu, tentunya pihak pengurus lembaga atau kampus wajib mewaspadainya dan terus mengontrol pergerakan siswa ataupun mahasiswanya.
Pengontrolan harus bersifat masif dan menyeluruh, karena ospek saat ini bukan hanya terjadi pada siswa atau mahasiswa baru yang mengikuti orientasi tentang kampus, tapi juga ada ospek lainnya yang terjadi pada lembaga-lembaga himpunan mahasiswa atau kelompok-kelompok kegiatan ekstrakurikuler siswa dan mahasiswa. Jangan lengah !
Khutbatul Arsy Cara Pesantren Mengospek Santrinya
Apel Tahunan PM Modern Gontor

Ospek ala Pesantren
Namun, ditengah ospek yang bergejolak dengan nilai pendidikan diatas, ada satu ospek yang sangat menjunjung tinggi nilai pendidikan, mengospek siswanya dengan penuh santun dan kasih sayang serta bertahap. Berangkat dari tak kenal makanya tak sayang tadi, ternyata pesantren juga tidak kalah dengan sekolah umum turut meng’ospek’ santrinya. Bahkan ospek pesantren sangat ketat, mulai dari santrinya hingga dewan guru wajib mengikutinya. Pesantren meletakkan ospek pada tingkatan yang sangat penting untuk di ikuti, selain mengenalkan sistem dan nilai pesantren, juga untuk meluruskan kembali niat para santri dan asatidznya untuk selalu fokus pada tujuan dan ikhlas belajar serta mengabdi.
Ospek ala pesantren ini dikenal dengan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Khutbatul Arsy sendiri secara harfiah berarti ‘Khutbah Tertinggi’ yaitu, khutbah yang disampaikan oleh pimpinan tertinggi di lembaga pesantren. Memperkenalkan kembali nilai kepesantrenan kepada santri, guru bahkan wali santri.
Dengan adanya khutbatul arsy tersebut pesantren mengharapkan kepada seluruh penghuninya agar tidak melihat pesantren seperti orang buta meraba gajah, mengenal pesantren tidak cukup setahun, dua tahun, tidak cukup dengan mendengar wah tentang pesantrennya, tapi ia perlu seumur hidup dan kontinuitas,. Agar nantinya tidak muncul pertanyaan besar ada apa, kenapa dan bagaimana sistem yang diberlakukan pesantren.
Selama khutbatul asry para santri diperkenalkan berbagai kegiatan dan disiplin secara bertahap, diberi arahan oleh dewan guru dengan bijak dan santun. Kemudian pihak pesantren juga mengadakan kuliah umum yang mengupas tentang totalitas arti kepesantrenan , sejarah, sistem, dan nilainya kepada seluruh penghuni pesantren hingga wali santrinya, dengan seragam yang tidak neko-neko alias baik dan rapi. Sungguh terpuji !
Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy memberikan bekal kepada santri, santri baru khususnya untuk tetap teguh mengarungi kehidupan di pesantren. Para santri baru akan beradaptasi dengan lingkungan pesantren secara step by step, pihak pesantren akan memahamkan dahulu sebat akibat dari peraturan yang akan diberlakukan nantinya.
Tentunya pemahaman yang baik dari santri dan orang tua wali terhadap disiplin pesantren dapat memudahkan pihak pengelola pesantren dalam mengurus atau mendidik para santrinya.
Selain kepada santri, khutbatul arsy juga memberi makna bagi dewan guru untuk terus berbuat untuk pesantren, untuk mengabdi secara ikhlas.
Memasuki masa Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy para santri baru sudah terlebih dahulu diberlakukan dengan baik sejak ia menginjak kaki perdana di pesantren, kemudian beranjak kepada kegiatan dan pemberlakuan peraturan secara bertahap.
Setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan tertentu dan sarat dengan nilai-nilai edukatif, sehingga santri baru tersebut bisa betah dan nyaman tinggal di pesantren.
Khutbatul Arsy pun diakhiri dengan kegiatan apel tahunan, yang mana seluruh penghuni pesantren, baik santri maupun gurunya wajib mengikuti. Di apel tahunan para santri diperkenalkan dengan seluruh kegiatan pesantren, pakaian yang resmi, untuk masuk kelas, ke mesjid, masuk kelas dan sebagainya.
Hendaknya Ospek/MOS atau apapun namanya harus berorientasi pada nilai pendidikan yang ingin dicapai, sesuai dengan visi misi, sehingga melahirkan generasi yang baik. Dengan melihat pelaksanaan Ospek ala pesantren, maka sudah sepatutnya pihak non pesantren dapat mengikuti ospek ala pesantren tersebut, sehingga tidak akan muncul hal-hal yang tidak di inginkan dan insyaallah dapat melahirkan karakter yang baik pada diri siswa atau mahasiswa.

Sekian ! 

Baca selengkapnya